Selasa, Oktober 28, 2008

Bagaimana saya bisa bertahan?

Tuhan, kalau boleh saya mengadu, saya ingin bercerita tentang perasaan saya selama ini. Dengan apalagi Tuhan saya bisa mempertaruhkan harga diri saya yang sudah terkoyak oleh keadaan yang tidak pernah ada perubahan sama sekali.
Tuhan, rasanya setiap hari saya ingin menangis, namun saya lelah,.... apa yang bisa saya lakukan ini Tuhan? Apa saya harus mati hanya karena masalah ini?

Tuhan, inilah yang membuat saya rindu akan kebersamaan bersama keluarga saya, dimana ada bapakibu, mbak ani, mbak bedi, mas cendi, mas dendi, adikku fiki.... kemudian bertambah noella, fadhil, kiki, ichan, i`am, dan abay.... mereka semuanya telah membuat saya semakin merasa lengkap menjalani hidup ini. Kadang saya hanya bisa menundukkan kepala pada saat saya kangen dan rindu pada mereka, kadang juga saya hanya bisa bercerita pada langit, saya hanya bisa sampaikan kerinduan saya kepada Tuhan buat mereka semuanya.... Pada saat saya sendiri seperti sekarang ini, saya ternyata masih mempunyai mereka yang mengasihi saya.... mereka yang senantiasa membuat saya merasa tidak sendiri....

Tuhan, tapi bagaimana saya bisa bertahan jika saya masih berjauhan dengan mereka? bahkan untuk meraihnya saya sama sekali tidak ada daya lagi..... padahal saya rindu sama mereka Tuhan.... terutama saya sangat merindukan kedua orang tua saya. Tidak ada yang bisa saya katakan jikalau saya harus kehilangan salah satu diantara kedua orang tua saya Tuhan.... Karena saya masih belum memberikan kebahagiaan kepada mereka, tidak Tuhan..... tidak.... saya tidak mau kehilangan mereka semuanya.... Cinta saya besar Tuhan dan teramat besar sekali......

Tuhan, bagaimana bisa saya bertahan jikalau Kau ambil salah satu dari mereka??? Tuhan, doa saya sama.... doa saya selalu sama, yakni :" Tuhan, Tolong jangan ambil salah satu dari mereka sebelum saya yang Kau ambil....."

Tidak ada komentar: