Kamis, November 27, 2008

Tolong saya Tuhan....

Tuhan,
Saat aku menulis ini.....
Airmata aku tidak dapat aku bendung lagi,
jujur aku lelah Tuhan dengan semuanya....

Tuhan,
Ketika aku akan mengambil suatu keputusan untuk meninggalkan dia,
Kenapa masih ada rasa berat dihati ini???
Mungkin cinta yang saya punya ini akan terus membuat aku menjadi manusia bodoh??
Mungkinkah saya harus terus menangis Tuhan....
Mungkinkah ini Tuhan.....

Tuhan,
Memang aku harus belajar untuk mengikhlaskan semuanya...
Memang aku harus belajar untuk melepaskan semuanya....
Tidak dia yang saya tangisi Tuhan....
Hanya kenangan yang selama ini saya jalani....

Tuhan,
Tolong saya...

Aku harus Bagaimana?

Ketika aku merasa sakit dan kecewa....
Aku hanya bisa terdiam dan tertunduk...
Sesekali aku pandangi langit yang biru,
Helaan nafasku seakan tidak lagi normal aku lakukan...

Aku yakin Tuhan tahu apa yang aku alami selama ini,
Aku yakin Tuhan bisa merasakan apa yang aku rasakan,...
Bahkan aku yakin Tuhan mendekap aku untuk bisa mengontrol emosiku,
Namun aku tidak bisa menahan....
Aku semakin terasa rapuh dalam jalani hidup ini....

Apakah aku akan selamanya merasakan ini???
Apakah akan selamanya aku tersiksa begini.....

Aku harus bagaimana Tuhan,
Karena sejauh mana aku lari, aku tak bisa lepas dari masalah ini....
karena sejauh mana aku menghindar... aku akan selalu menghadapi masalah ini...

Aku tidak tahu Tuhan....
Aku sungguh tidak tahu.... Aku harus bagaimana.......

Saya lelah....

Saya sungguh lelah Tuhan....
Dan sampai kapan semuanya ini akan berakhir?
Tuhan...
Kalau ini suatu hukuman atas apa yang pernah saya lakukan,
Sampai kapan saya harus menerimanya???
Sampai kapan saya harus menghadapinya????
Sungguh saya sangat lelah Tuhan....

Saya lelah Tuhan...
Sampai terkadang disuatu hari...
Saya melihat burung terbang bebas dilangit..
Saya iri.... kenapa burung itu bisa terbang bebas begitu saja,
Apakah mereka juga mempunyai masalah seperti saya??
Saya ikutin kemana burung itu....
Dan saya mendengarkan kicauannya sangat indah sekali,
Saya iri sama burung itu Tuhan....

Tuhan,....
Mungkinkah rasa lelah saya ini akan terus menerus seperti ini??
Mungkinkah saya tidak akan pernah menemukan kebahagiaan???
Saya sudah tidak mampu berbuat apa2 Tuhan....
Saya bahkan tidak bisa berpikir lagi....

Tuhan..... Saya lelah.....

Selasa, November 25, 2008

Dimana dia Tuhan....

Rasanya sudah lama sekali aku tidak bisa menemui dia, kemanakah dia? Apakah dia baik2? Apakah dia lebih bahagia dalam menjalani hidupnya? Tuhan.... aku sangat merindukannya.... Segala cara aku lakukan Tuhan, namun semuanya seakan tiada artinya lagi.... tersiksa sekali batin aku ketika aku lewati tempat dimana aku pernah lalui bersama dia... Sakit sekali rasanya ketika aku harus mengingat bahwa sesungguhnya yang membuat semuanya menjadi hancur adalah aku....

Tuhan, sakit hati ini ketika aku harus merindukan dia yang sekarang ntah ada dimana.... hanya keajaiban Tuhan yang nantinya akan bisa pertemukan aku dengan dia, hanya keajaibanMu Tuhan.... Aku mohon Tuhan, hadirkan dia lewat mimpi saja karena sungguh aku sangat merindukannya....

Dimana dia Tuhan.... :((

Minggu, November 23, 2008

Aku


ini foto pas aku kos di jalan adi sucipto, kenangan yang sebenarnya membuat aku ingin sekali nangis kalau aku lewati tempat itu. terasa sangat indah dan penuh dengan perjuangan, namun semuanya bisa aku lalui dengan sukacita.
memang yah... yg namanya kenangan itu biasanya sulit sekali dihapuskan meskipun dengan sekuat hati, karena aku sendiri mengalami hal yang sama dengan semua orang... susah menghapus kenangan manis.
namun demikian, aku sangat bersyukur sekali karena aku masih bisa menetralisir semua perasaanku untuk tidak terus menangisi kenangan masa lalu. semua itu aku jadikan cerita manis dalam perjalanan hidup aku selama ini. dan itu semuanya membuat aku sadar dan semakin menyadari bahwa yang namanya hidup tidaklah harus dilandasi dengan menangisi masa lalu....
kalau tidak demikian bagaimana aku bisa merasakan hidup ini? bagaimana bisa aku menilai kebanyakan manusia? tidak bisa? hemmmm yah.... semuanya aku serahin sepenuhnya sama Tuhan. semoga aku bisa tetap bertahan dengan kondisi apapun dan bagaimanapun juga bentuknya.
adek, terimakasih sudah pernah menjadi bagian dalam hidup aku.... terimakasih untuk semua pengalamannya yang adek berikan sama aku.... :)

Sabtu, November 22, 2008

JalanKenangan

Jalan ini adalah didaerah sampangan semarang, yang dimana jalan ini setiap hari aku lewati jika aku mau kemana ajah. Jalan kenangan inilah yang membuatku selalu ingat akan semua peristiwa yang ada di Kota Semarang.

Meskipun berakhir dengan tidak indah, namun aku merasakan sekali bagaimana Semarang sudah banyak memberikan aku akan arti hidup yang sebenarnya. Dan aku tidak pernah menyesali bahwa aku pernah membina suatu hubungan meskipun akhirnya gagal.

Meskipun semuanya sekarang sudah berakhir, namun sekarang semuanya aku jadikan kenangan indah yang selalu menghiasi perjalanan hidupku. Airmata ini meskipun tertahan namun aku sadar bahwa semuanya sudah berlalu dan berakhir dengan tanpa sisa. Airmata ini rasanya sudah tidak ada artinya, karena sakit yang aku ingat itu sangat menyakitkan sekali....

Kenangan itu sudah menjadi bagian dalam bait2 hidupku, tidak bisa aku rubah meskipun harus meruntuhkan perasaanku,..... karena kenangan itu selalu menyadarkan aku akan peristiwa yang sulit aku lupakan....

Dek, harapan aku engkau senantiasa diberkati oleh Tuhan... dan kebahagiaan selalu menghiasi hidupmu... Amin.

Kamis, November 13, 2008

ketika aku harus,.....

kembali ketempat itu, ada rasa berat sekali aku untuk bisa melangkah masuk.... dadaku terasa sangat sesak, bahkan aku rasanya tak kuasa untuk bisa menatapnya lama2. ada apa ini????
hari ini aku merasa sakit hati banget, seperti tertusuk pelan2..... bahkan kalau diingat rasanya aku sudah tidak ada daya kemampuan lagi untuk bisa melanjutkan hidup ini.

Tuhan,
sekali lagi ini Engkau melihat saya tersakiti, sampai kapan Tuhan???? sampai kapan saya harus merasakan penderitaan ini terus2an?? ingin rasanya saya melupakan bahkan ingin rasanya saya senantiasa melupakan semuanya, namun saya tidak bisa Tuhan.... saya merasa sangat tertekan sekali....
Tuhan, ketika saya harus menjauh.... sakit ini terasa sangat sakit sekali, kenapa Tuhan?? apakah saya cinta atau saya bodoh? bantu saya Tuhan... bantu saya untuk bisa mengerti akan perasaan saya selama ini. karena saya sudah merasa kehilangan semuanya.... saya kehilangan harga diri saya, saya kehilangan perasaan halus saya bahkan saya kehilangan semua yang sudah saya jaga selama ini.....
Tuhan, andai saya bisa memilih, tolong jangan perlama lagi hidup saya didunia ini, saya sudah lelah Tuhan... sangat lelah......

Rabu, November 12, 2008

terimakasih mantan2ku....

karena kalian semua sudah banyak mengajarkan aku sesuatu akan hidup yang sebenarnya, hidup yang sama sekali belum pernah aku dapatkan. tanpa kalian aku mungkin nggak akan seperti ini, tanpa kalian mungkin aku gak akan pernah tahu bagaimana sakit hati itu, kecewa, bahagia, rindu, kangen, sayang, pengorbanan, dan bahkan nafsu....

terimakasih para mantanku, kalian semua sudah menorehkan segala macam bentuk kehidupan yang sekarang ini aku jalani.... tidak ada yang membahagiakan terkecuali pada saat kita mengalami langsung semua masalah kita selama ini. bahkan semuanya sudah menghadirkan segala sesuatu yang sulit aku dapatkan sebelumnya selama ini.

terimakasih mantanku,.... M.I.... N.W ..... B.I ..... D.A ..... R.H .... LN ..... B.M ..... jujur kalian semua sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga sekali dalam hidup aku..... doaku semoga kalian selalu diberi kebahagiaan lahir dan bathin. karena kalian semuanya sudah pernah menjadi bagian dalam hidupku.... bagian yang terindah dalam hidupku.... meskipun rasa ini sudah hilang dibawa oleh angin, namun ijinkan aku untuk selalu mengenang kalian semua....

terimakasih mantanku.....

biarkanlah semua mengalir apa adanya...

seperti air yang mengikuti arusnya, tanpa kita tahu sampai dimana dia akan berhenti mengalir. sampai semuanya akan jelas terlihat.... sampai semuanya akan jelas tampak pada satu kenyataan yang ada.

biarkanlah saja semuanya mengalir tanpa ada batasannya.... karena aku sudah sangat lelah ikuti arus yang tidak ada kepastiannya sama sekali. karena semakin aku ikuti, semakin aku merasakan sakit yang sangat luar biasa sekali.

hidup ini bagaikan arus air, semakin tinggi keberadaannya... semakin cepat pula dia akan jatuh dan semakin tidak ada arahnya aliran itu mengalir. untuk itu buat apa kita paksakan hentikan aliran itu? apakah semuanya akan lebih berbahaya? oleh karena itu, biarkanlah saja semuanya mengalir tanpa ada batasannya.... tak akan aku ikutin lagi, tak akan aku halangi lagi.... karena itulah kenyataannya.....