Kamis, Oktober 30, 2008

Muhammad Akbar

Tuhan, inilah anugerahMu yang Engkau titipkan lewat adikku tercinta Fiki, anak yang begitu sempurna, lucu dan mudah2an akan menjadi anak yang sholeh. Amin.

Terlahir pada tanggal 31 januari 2008, sehat, normal dan sangat sempurna sekali.... Namun Tuhan, hingga sekarang tangan ini masih belum bisa menyentuhnya, masih belum bisa menggendongnya, bahkan berhadapan langsung dengan dia.....

Tuhan, meskipun saya belum bisa menimangnya, saya hanya bisa berdoa, doa saya yang tulus... lindungilah Abay, berikanlah hidayahnya agar menjadi anak yang sholeh... Amin.....

Selasa, Oktober 28, 2008

Bagaimana saya bisa bertahan?

Tuhan, kalau boleh saya mengadu, saya ingin bercerita tentang perasaan saya selama ini. Dengan apalagi Tuhan saya bisa mempertaruhkan harga diri saya yang sudah terkoyak oleh keadaan yang tidak pernah ada perubahan sama sekali.
Tuhan, rasanya setiap hari saya ingin menangis, namun saya lelah,.... apa yang bisa saya lakukan ini Tuhan? Apa saya harus mati hanya karena masalah ini?

Tuhan, inilah yang membuat saya rindu akan kebersamaan bersama keluarga saya, dimana ada bapakibu, mbak ani, mbak bedi, mas cendi, mas dendi, adikku fiki.... kemudian bertambah noella, fadhil, kiki, ichan, i`am, dan abay.... mereka semuanya telah membuat saya semakin merasa lengkap menjalani hidup ini. Kadang saya hanya bisa menundukkan kepala pada saat saya kangen dan rindu pada mereka, kadang juga saya hanya bisa bercerita pada langit, saya hanya bisa sampaikan kerinduan saya kepada Tuhan buat mereka semuanya.... Pada saat saya sendiri seperti sekarang ini, saya ternyata masih mempunyai mereka yang mengasihi saya.... mereka yang senantiasa membuat saya merasa tidak sendiri....

Tuhan, tapi bagaimana saya bisa bertahan jika saya masih berjauhan dengan mereka? bahkan untuk meraihnya saya sama sekali tidak ada daya lagi..... padahal saya rindu sama mereka Tuhan.... terutama saya sangat merindukan kedua orang tua saya. Tidak ada yang bisa saya katakan jikalau saya harus kehilangan salah satu diantara kedua orang tua saya Tuhan.... Karena saya masih belum memberikan kebahagiaan kepada mereka, tidak Tuhan..... tidak.... saya tidak mau kehilangan mereka semuanya.... Cinta saya besar Tuhan dan teramat besar sekali......

Tuhan, bagaimana bisa saya bertahan jikalau Kau ambil salah satu dari mereka??? Tuhan, doa saya sama.... doa saya selalu sama, yakni :" Tuhan, Tolong jangan ambil salah satu dari mereka sebelum saya yang Kau ambil....."

Tuhan, Kenapa Bunuh Diri Itu DOSA??

Tuhan, hari ini saya mendapatkan masalah yang sangat berat sekali. Kenapa saya merasa bahwa hidup ini sudah semakin jauh dari saya Tuhan? Saya dihadapkan dengan keadaan yang sangat membuat saya semakin lama semakin terpuruk sekali, salah apa saya ini Tuhan? Apa karena saya mempunyai dosa sama orang?

Tuhan, saya hanya tidak mampu lagi untuk menerima keadaan ini.... Kasih sayang saya, perhatian saya dan semuanya.... bahkan hidup saya sudah saya korbankan semuanya, tetapi saya masih merasa sangat sakit hati.... sakit hati yang teramat sangat sekali Tuhan.... Pedih perjalanan hidup saya, bagaimana saya menahan rindu terhadap kedua orang tua saya, bagaimana saya sangat ingin melihat keponakan saya.... dan bagaimana saya ingin membantu mereka....??? Sedangkan semua yang saya korbankan disini membuat saya terluka yang sangat menyakitkan sekali....

Tuhan, dihadapan Engkau saya bersujud... saya serahkan semua diri saya, perasaan saya, dan semuanya ini.... Tolonglah saya Tuhan... saya sudah sangat lelah sekali bahkan tidak ada daya lagi saya melanjutkan hidup ini, saya sudah tidak ada daya lagi Tuhan.....

Tuhan, mengapa bunuh diri itu harus berdosa? Mengapa tidak kau halalkan saja bunuh diri itu Tuhan..... liatlah saya ini Tuhan, saya sudah tidak ada daya lagi untuk hidup, dengan apa Tuhan????? Dengan apa saya harus bertahan????

Jumat, Oktober 24, 2008

Mengapa Kita Menghormati Bunda Maria ?


Sepanjang bulan Mei, Gereja meminta kita untuk memberi perhatian secara lebih istimewa kepada Santa Perawan Maria, Bunda Allah. Bunda Maria sangat berarti bagi kita karena beberapa alasan:


MARIA, GADIS YAHUDI
Pertama-tama karena Bunda Maria adalah Bunda Yesus. Maria adalah seorang gadis belia, mungkin usianya masih belasan tahun, ketika ia menjadi Bunda Yesus.
Kemungkinan besar Maria dilahirkan di kota Sepphoris, yang terletak di sebelah utara Palestina. Sepphoris adalah sebuah kota besar di mana bangsa Yahudi dan bangsa Romawi hidup berdampingan dengan damai. Sepphoris merupakan ibu kota Galilea. Kota itu memiliki banyak rumah yang indah dan bahkan sebuah gedung teater yang besar. Sepphoris hancur luluh dilanda gempa bumi besar ketika Maria masih kanak-kanak. Jadi keluarga Maria pindah beberapa mil jauhnya ke Nazareth, sebuah dusun kecil yang berpenduduk hanya 150 hingga 300 orang.


“Nazareth” dalam bahasa Ibrani mempunyai dua arti yang berbeda. Nazareth bisa berarti “lili, bunga bakung” yang merupakan simbol kehidupan, dapat juga berarti “keturunan”. Keluarganya berasal dari keturunan Raja Daud. Baik itu artinya bunga bakung ataupun keturunan, Nazareth adalah nama yang indah bagi tempat tinggal Maria. Di sanalah Maria bertemu dengan Yusuf, seorang tukang kayu. Kemungkinan Yusuf tidak jauh lebih tua dari Maria. Mereka pun bertunangan. Biasanya, masa pertungangan berlangsung selama satu tahun atau lebih. Si gadis akan menenun dan melakukan pekerjaan rumah tangga, sementara sang pria akan membangun rumah tempat tinggal mereka. Kisah selanjutnya kita baca setiap tahun pada hari Natal.


MARIA, BUNDA ALLAH
Kita tidak boleh lupa bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Yesus juga sungguh Manusia, dan Ia bangga menjadi manusia. Yesus sering menyebut diri-Nya, “Anak Manusia.” Dalam bahasa Ibrani ungkapan tersebut berarti “manusia”. Karena Yesus tidak dapat dibagi menjadi dua: Yesus yang Allah dan Yesus yang Manusia, maka bunda-Nya juga disebut Bunda Allah.


MARIA, BUNDA KITA
Menjelang ajal-Nya di salib, Yesus memberikan Bunda Maria kepada kita untuk menjadi bunda kita juga. Yesus melakukannya ketika Ia menyerahkan Bunda Maria ke dalam pemeliharaan St. Yohanes, Rasul. Yesus berkata, " Inilah ibumu." Artinya Tuhan telah mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya sendiri. Ingatlah, ketika Yesus bangkit dari antara orang mati, Ia berkata, “Aku akan pergi kepada Allah-Ku dan Allah-mu, kepada Bapa-Ku dan Bapa-mu.” Jadi kita mempunyai Bapa dan Bunda yang sama dengan Yesus. Dengan demikian kita semua menjadi saudara dan saudari-Nya. Kita semua merupakan suatu keluarga yang mengagumkan!
Tunjukkanlah hormatmu kepada Bunda Maria. Ia membawa kita kepada Putera-nya, Yesus.


Selasa, Oktober 21, 2008

Pengalaman Berharga

Dalam menjalani hidup aku senantiasa melapangkan dada untuk bisa menerima semua permasalahan yang telah aku hadapi. Tidak ada yang lebih berharga selain bagaimana kita mendapatkannya dari sebuah pengalaman hidup. Pada saat kita melihat teman kita menangis karena kesusahan, kita selalu menghibur dengan mengatakan : "sudahlah, ini namanya cobaan hidup". Pada saat kita mendengar teman kita putus cinta, kita akan menghibur dengan mengatakan bahwa nanti akan ada penggantinya. Tapi... pada saat kita mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh teman kita, kita hanya bisa duduk termenung dan mulai menetralisir semua perasaan.

Tidak semua perjalanan hidup yang aku jalani selama ini mengalami kesenangan, karena semuanya berawal dengan bagaimana aku bermain dengan sesuatu yang mengandung banyak resiko. Namun, aku sudah terlanjur masuk kedalamnya..... jadi untuk apa aku menyesalinya?